Sabtu, 25 Juni 2011

Tips dan Trik Bersepeda di Tanjakan


Bersepeda memang sangat menyenangkan, rute dan trek yang kita tempuh tentunya sangat beragam. Trek yang cenderung flat dan turun tentunya tidak memberikan banyak masalah bagi kebanyakan orang, akan tetapi bagaimana ketika kita menemui trek dengan medan tanjakan yang cukup ekstrim.
Zona sepeda kali ini memberikan tips dan trik untuk mengatasi kesulitan ketika kita bersepeda pada trak tanjakan (climb).
Persipan fisik yang matang dan kondisi sepeda yang fit tentunya menjadi hal pokok ketika kita bersepeda dimedan atau trek apapun baik flat trek (mendatar), descent (turunan) dan Climb (tanjakan).
Para penggemar Road bike (sepeda balap) tentunya bersepeda dijalan aspal yang cenderung halus, tidak menuntup kemungkinan para rider MTB juga bersepeda dijalan aspal untuk Cross Country atau keseharian dalam bersepeda baik untuk bekerja, sekolah ataupun sekedar berolahraga (fitness).
Medan aspal lebih cenderung digemari para roadbiker sedangkan medan offroad lebih cenderung untuk rider MTB, tips dan trik apakah yang tepat mengatasi medan tanjakan (climb) baik untuk road biker ataupun rider MTB. Penyesuaian suspensi, teknik shifting (gigi transmisi), posisi ketinggian seatpost dan posi badan sangat menentukan kenyamanan kita ketika melibas tanjakan.
Penyesuaian Suspensi:
Tips ini untuk para rider MTB terutama cross country (XC) baik untuk medan aspal maupun offroad ringan. Ketika menghadapi tanjakan usahakan kunci (lock) suspensi depan anda agar tidak bekerja naik - turun.
Tips ini dengan tujuan ketika menanjak dan anda berdiri diatas sadel (sadle) untuk melakukan kayuhan pedal yang kuat, energi dan tenaga anda tidak terbuang percuma karena suspensi depan yang naik turun.
Suspensi yang static membuat energi ketika kita mengayuh sepeda dengan berdiri benar-benar tersalurkan secara menyeluruh pada crank. Untuk sepeda MTB yang tidak mempunyai sistem lock, sebaiknya rider tidak dalam posisi berdiri ketika mengayuh pada tanjakan. Untuk roadbiker penyesuaian suspensi tidak perlu karena fork depan sepeda balap sudah static.
Teknik Shifting:
Tips ini berlaku untuk rider MTB maupun Roadbiker, shifting atau yang lebih dikenal dengan pemindahan gigi transmisi tentunya sudah akrab bagi anda penggemar olah raga sepeda. Shifter biasnya terletak pada handle bar (stang kemudi) sepeda kita. Shifter adalah perangkat yang terhubung dengan FD (front deraileur) dan RD (rear derailleur), FD dan RD inilah yang bertugas memidahkan gigi (chainrings) baik depan maupun belakang.
Shifting yang benar pada saat tanjakan tentunya akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi rider. Untuk rider yang mempunyai power (tenaga) dan otot kaki yang kuat, tidak menjadi masalah menggunakan Chainring (gir) depan paling besar dan gir belakang paling kecil,  karena shifting dengan model ini akan memberikan akselari maksimum pada saat kita menganyuh sepeda.
Untuk rider pemula shifting dengan menggunakan chainring (gir) depan paling kecil  dan belakang paling besar, memberikan kenyamanan ketika mengayuh pedal. Konsekuensi teknik shifting seperti ini, sepeda berjalan pelan. Tips untuk teknik ini usakan untuk tidak berdiri diatas sadel akan tetapi percepat putaran kayuhan pedal rider.
Dengan berlatih dan kebiasaan bersepeda, kita akan menemukan sendiri kemampuan otot kaki kita ketika menghadapi medan tanjakan, semakin sering bersepeda dan berlatih ditanjakan rider dapat mengukur shifting pada gir berapa yang tepat untuk menghadapi climb trek.
Posisi ketinggian Seatpost dan Sadel (saddle):
Seat-post (dudukan sadel) tentunya tidak terpisahkan dengan sadel (tempat duduk rider). Energi dan tenaga rider ketika melewati trek menanjak (climb) banyak terkuras. Tips untuk pengaturan seatpost ketika melewati tanjakan adalah usakan seatpost pada posisi maksimum kayuhan rider.
Ukur panjang kaki rider dengan meteran dengan tujuan memperoleh hasil yang akurat, tarik meteran dari telapak kaki hingga pangkal selangka. Kemudian ukur panjang Crank leght (lengan crank), misal panjang kaki 75cm dan crank lengt 25cm total adalah 95cm. Tarik keatas meteran dari poros BB (Buttom Bracket) hingga sadle, sesuaikan ketinggian sadle dengan ukuran yang sudah anda peroleh. Ukuran tersebut merupakan titik maksimum ketika kaki kita mengayuh sepeda.
Jika terasa kurang nyaman kurangi ketinggian seatpost, tetap diingat bahwa posisi kaki haruslah hampir lurus ketika anda naik diatas sadle dan telapak kaki dipedal arah pedal jam enam (180 derajat). Tips pengaturan ketinggian seatpost tersebut bertujuan agar energi dan tenaga rider ketika menganyuh diatas sadle tidak terbuang percuma.
Posisi Rider (Berdiri dan Duduk):
Standing Up (berdiri)
Kelebihan:
Otot kaki bekerja maksimal dan menyeluruh, tekanan tidak hanya pada satu otot.
Diperlukan power yang besar, sehingga akselerasi pada saat tanjakan menjadi lebih mudah.
Kekurangan:
Rider menggunakan lebih banyak energi, karena kaki menopang berat tubuh secara keseluruhan.
Posisi berdiri ketika menanjak mengakibatkan rider tidak bisa berjalan pelan karena cenderung melakukan akselerasi cepat.
Sitting Down (Duduk)
Kelebihan:
Posisi rider duduk diatas sadel tentunya membuat badan terasa lebih rileks (santai), karena energy tidak terkuras berlebih.
Beban tubuh bertumpu pada sepeda bukan pada kaki, otomatis energy yang anda punya lebih hemat.
Rider dapat mengatur ritme bersepeda, baik untuk akselerasi cepat maupun perlahan.
Kekurangan:
Rider dapat merasakan sakit yang berulang-ulang pada satu otot ketika trek tanjakan.
Pada dasarnya posisi duduk ketika bersepeda di medan tanjakan lebih baik dibandingkan ketika kita berdiri, energi yang kita keluarkan lebih sedikit dibandingkan posisi berdiri (standing-up).
Ketika rider melewati tanjakan yang tinggi, rider dapat mengkombinasikan 2 metode tersebut. Posisi berdiri yang singkat ketika tanjakan tajam dapat menaikan ritme kayuhan sepeda kita. Fokuskan posisi berdiri kita ketika mengayuh pada putaran crank, tips ini dapat menjaga tubuh tetap santai.
Kondisi sepeda yang prima juga sangat menentukan kesukseskan kita ketika melibas trek tanjakan. Berikan pelumas pada bagian pedal dan crankset. Untuk roadbiker posiskan lengan tangan pada handle bar bagian atas dan usahankan lengan tangan tetap pada posisi santai.
Bar End
Bar End
Untuk rider MTB dan Roadbiker yang menggunakan flat bar, anda dapat menambah aksesoris pada handle bar berupa Tanduk (Bar End). Fungsi Bar End lebih untuk kenyamanan rider ketika menanjak.

Tips Memilih Jenis Sepeda



Pernah kita dibingungkan dengan jenis-jenis sepeda yang beredar di pasaran, pada umumnya sepeda yang banyak beredar adalah jenis MTB atau lebih dikenal dengan sepeda gunung dan Road Bike yang lebih dikenal dengan Sepeda Jalan Raya.

Sepeda Gunung atau MTB masih dibagi menjadi beberapa jenis lagi, misalnya Competitive XC, XC Trail, All Mountain, FreeRide/DownHill, Progressive HT, Recreational XC. Sedangkan untuk Road bike atau sepeda balap juga di bagi menjadi berbagai macam jenis lagi, seperti Competitive road, Endurance, TT (time trial), Fixed Gear (single speed), Fitnes (commute).

Secara garis besar itulah jenis sepeda yang banyak beredar, akan tetapi banyak vendor melakukan pengembangan khusus dan membuat sepeda sepeda jenis baru seperti cyclocross, dirtjumper dan masih banyak lagi sepeda modif lainya. Untuk mengetahui sepeda apa yang cocok dengan kebutuhan dan keinginan kita ada baiknya kita tahu diskripsi masing-masing jenis sepeda, tips ini berisi diskripsi sepeda secara global sehingga memudahkan anda memilih sepeda.

Sepeda Gunung MTB
a. Competitive XC
Sepeda ini biasanya tergolong ringan untuk jenis MTB, merupakan sepeda yang ringan untuk cross country (offroad). Competitive XC biasa di gunakan untuk medan offroad yang tidak terlalu menurun, sangat sesuai untuk yang menyukai kecepatan dan kekuatan dalam menjelajah medan offroads.

b. XC Trail
Jenis sepeda yang lebih di buat untuk medan offroad yang lumayan ektrim, sepertinya turunan yang agak tajam disertai banyak tikungan, suspensi depan dan belakang biasanya lebih empuk dibandingkan dengan Competitive XC, suspensi depan dan belakang biasanya juga dapat di atur skala keras dan lembutnya.

c. All Mountain
MTB yang kelihatan kekar di banding jenis XC lainnya, mempunyai suspensi yang lebih besar dan kuat. Sepeda jenis ini di peruntukan untuk rider yang menyukai medan offroad yang banyak lokasi jumping. Sepeda ini cocok untuk downhill ringan dan atraksi dalam bersepeda.


d. Freeride/Downhill
Ini sepeda yang sering kita lihat dalam kejuaraan dunia downhill, sepeda yang sangat berat untuk jenis MTB. Frame sepeda ini memang sangat berat karena downhill yang ektrim memerlukan kestabilan yang tinggi. Suspensi sepeda jenis ini mempunyai trafel depan (panjang suspensi) lebih panjang di banding sepeda MTB lainnya dan yang pasti suspensi belakang adalah wajib pada sepeda tipe ini.

e. Progressive / Dirt jumper
Lebih di perutukan untuk rider yang menyukai show-off skill atau mempertontonkan dan mengasah kemahiran dalam melakukan atraksi sepeda. Dengan bentuk frame yang terkesan lurus dari depan dan belakang.

f. Recreational XC
Merupakan sepeda XC untuk medan cross contry yang ringan, ini merupakan sepeda yang banyak di pakai MTB saat ini dalam kondisi offroad ringan dan cross coutry.
Road bike
a. Competitive Road
Merupakan sepeda balap yang di peruntukan untuk kompetisi balap, dengan berat yang sangat ringan total berat sepeda jenis ini bisa mencapai 5kg, Bagi yang menyukai bersepeda sehat di jalan aspal, sepeda ini merupakan salah satu pilihan.

b. Endurance Road
Merupakan sepeda balap dengan frame yang lebih tahan terhadap jalan yang tidak halus semisal paving blok, sepeda dengan tipe ini cocok untuk yang meyukai tipe road yang tidak hanya aspal halus tapi juga jalan aspal yang jelek. Selain ringan, cocok bagi para penggemar kecepatan, sepeda jenis ini layak di jadikan pilihan untuk bersepeda di jalan non aspal.

c. TT (time trial)
Inilah sesungguhnya yang merupakan sepeda balap, sangat ringan dengan aero dinamis yang di desain dengan teliti untuk terpaan angin. Sepeda balap ini banyak di gunakan untuk kompetisi Time Trial / Thriatlon yang menuntut kecepatan.

d. Single speed
Sepeda dengan gir tunggal, cocok untuk bersepeda ke mana saja. Sepeda dengan single speed ini tidak mempunyai pengaturan kecepatan, menjadikan sepeda ini simple dan prakstis terutama untuk yang tinggal di perkotaan.

e. Commute
Merupakan sepeda yang didesain gabungan dari sepeda balap kelas kompetisi dan kebutuhan sehari-hari. Banyak vendor sepeda menyesuaikan mulai dari handle bar (stang), hingga komposisi ban dan rasio gir.
Dari berbagai diskrisi sepeda diatas kita mulai ada gambaran sepeda apakah yang cocok untuk kebutuhan bersepeda kita baik untuk kesehatan atau memang khusus untuk kompetisi.

Jumat, 17 Juni 2011

Benefits of Riding a Bike



Benefits of riding a bicycle, you’ll be healthy, wealthy, and wise…..


Bike Riding for Weight Loss

You can burn between 300-500 calories per hour on a bicycle, depending how fast you go and how much you currently weigh. If you bike uphill you’ll burn even more calories, and you can also set the resistance on your bike higher so you 
have to pedal harder even on flat land.


If you don’t have any challenging hills or trails to bike, you can increase the intensity of your workout by doing a few “intervals” of faster and harder speed, followed by slower periods to cool back down. 

Experts say that this kind of interval training helps you burn more calories and strengthen your cardiovascular system more than maintaining a constant intensity throughout the entire workout.


Bicycle riding will benefit the child with autism

Bicycle riding will benefit the child with autism, by giving the person exercise, balance, leg movement, muscle control, self-confidence and coordination, help them to socialize with other children in their own age group, get fresh air and view nature."


People Powered, The Big Idea: A system of signs posted along Chicago's lakefront would inform drivers and bicyclists of the human, financial, and environmental benefits of riding a bike to work versus driving a car (Kimberly Viviano, Courtesy Viviano + Company).

Source: http://urbanplacesandspaces.blogspot.com/2007/05/congestion-pricing-and-tolls-arent.html

Kamis, 16 Juni 2011

Dual Suspension Mountain Bikes or Hardtail Mountain Bikes - Which is right for you?

The debate between dual suspension mountain bikes vs. hardtail mountain bikes has been raging since the first full suspension mountain bike appeared. Do you want to know which is the best bike…a full suspension mountain bike or hardtail mountain bikes?

Hardtail mountain bikes and dual-suspension mountain bikes are both excellent at what they are designed for. You should have already worked out what you are going to use your bike for.


Hardtail bikes are the best…if…

• You are riding smooth single track and need accurate response
• You need good climbing ability
• You want a lighter bike
• You want pedaling efficiency (and to conserve your own energy)
• If you are a XC racer who is after the biggest weight saving
• Want a bike that is easier to maintain and keep in good working order
• Are a dirt jumper who wants better pump off of jumps


Full Suspension bikes are the best…if…

• You ride downhill
• Go off jumps
• Suffer from saddle-ass
• Ride in rough terrain
• Want an all round bike with less limitations
• Want a smoother ride on the trail
• Want a more comfortable bike

So what should you do?
Full suspension and hardtail bikes are made for different purposes so you should get what you want but get it for the right reasons

Full suspension mountain bikes are more expensive than hardtails. So if you can't afford decent dual suspension mountain bikes with reliable components then don’t. You will be better off spending your money on hardtail mountain bikes with decent components and that will be reliable.

http://www.mountain-bike-world.com/dual-suspension-mountain-bikes.html

Rekam Jejak Goweser...

Setahun sudah united sovereign rutin menemani B2W ataupun off-road ke beberapa tempat di seputaran Jakarta dan sekitarnya. Sepeda...memang salah satu racun yang mudah menyebar, terutama jika tidak bisa mengontrol diri. Tapi racun yang positif, kalau feedbacknya bisa membuat jantung menjadi sehat dan menjalin silaturahmi dengan komunitas yang lebih luas...negatif, seandainya hobi bisa mengalahkan porsi family time dengan keluarga tercinta di rumah...

So, untuk gowes RA atau rute puncak lainnya yang memakan waktu lama, sepertinya proposal pelaksanaannya sudah harus disampaikan jauh-jauh hari...

Sejauh ini si united masih baru menjelajah beberapa track, di antaranya untuk CFD dengan keluarga, ke Hutan UI, Jalur jatiasih (@PitsTopJJ), JPG (@JalurPipaGas), Rindu Alam, Sentul...kenang-kenangan gowes sepertinya yang paling membekas adalah dari RA, karena jari kelingking yang cedera masih saja belum normal 100%...


7 Tips Penting Bersepeda Buat Pemula

Aman Bersepeda di Jalan Raya

Sangatlah penting untuk mengetahui bagaimana caranya sepeda dengan aman di jalan raya. Usahakan tetap berada di jalur sebelah kiri. Namun jangan terlalu ke pinggir, sebab biasanya pecahan gelas/kaca dan benda-benda tajam penyebab ban bocor, justru ada di situ. Anda mempunyai yang sama dengan pengguna kendaraan bermotor lainnya. Bersepedalah dengan jarak 2-3 kaki dari bibir aspal. Beri ruang pada kendaraan lain untuk lewat tanpa mengganggu jalur yang sedang Anda pakai. Gunakan isyarat-tangan sebelum berbelok dan pastikan memasang sejumlah reflektor jika bersepeda dalam kondisi gelap.


Kenakan Helm


Jika Anda ingin lebih aman bersepeda, selalu gunakan helm sepeda. Cedera di bagian tubuh lainnya masih bisa diobati dan pulih kembali, sedangkan sel otak yang cidera sangat sulit terdeteksi dan sukar disembuhkan. Segeralah kunjungi toko sepeda dan pilih salah satu helm yang memiliki standar keamanan sesuai keahlian Anda bersepeda. 

Pilihlah yang benar-benar terasa pas dengan ukuran kepala Anda dan sesuaikan tali pengikatnya agar helm tak mudah lepas. Jangan sampai kendor atau sebaliknya kekencangan.

Selasa, 14 Juni 2011

Gowes JPG Alumni 3'93 dan J7+

Sabtu pagi tanggal 11 June 2011 rombongan kecil team goweser Alumni 3'93 dan J7+ bike community kembali mengunjungi JalurPipaGas...sebagian team Alumni 3'93 ada yang gowes ke Gunung Mas Puncak dan yang sebagian lagi berhalangan karena ada tugas negara...sedangkan Bomi dari J7+ gowes bareng HSBC team ke Jayagiri Bandung...


Cuaca yang cerah dan track JPG yang kering memungkinkan goweser untuk beraksi maksimal baik di tanjakan apalagi di track menurun jelang kembali ke basecamp...faktor "tubuh" sepertinya tetap saja menjadi halangan untuk bisa melaju mulus di beberapa tanjakan JPG...